LANGKAH-LANGKAH MENGHAFAL AL-QURAN


LANGKAH-LANGKAH MENGHAFAL AL-QURAN

Sahabat, siapa yang tidak ingin memperoleh kemuliaan dari Allah untuk orang-orang yang menghafal Al-Qur’an? Kemuliaan yang tak hanya untuk kita, tapi juga untuk kedua orang tua kita. Kemuliaan yang tak hanya di bumi, melainkan juga di langit. Tentu kita semua ingin meraihnya.

Sementara banyak orang yang mengatakan bahwa menghafal Al-Qur’an itu sulit, kita terus berusaha untuk dapat menghafalnya. Karena janji Allah adalah bahwa Al-Qur’an itu telah Allah mudahkan untuk pelajaran, sebagaimana dalam firman Allah Al-Qur’an Surat Al Qamar ayat 17.

Dan sesungguhnya telah Kami mudahkan Alquran untuk pelajaran, maka adakah orang yang mengambil pelajaran?” (QS. Al-Qamar: 17).

Menurut Ustadz Abdul Aziz Abdur Rauf Al-Hafiz, terdapat tiga langkah umum yang dapat kita lakukan untuk dapat menghafal Al-Qur’an, yaitu mencintai Al-Qur’an, berdo’a memohon pertolongan Allah, dan berkumpul bersama dengan orang-orang yang juga mencintai Al-Qur’an.

1. Mencintai Al-Qur’an

Bagaimana kita bisa menghafal Al-Qur’an, jika kita tidak mencintainya? Pepatah jawa bilang, “witing tresna jalaran saka kulina”. Cinta itu tumbuh berawal dari terbiasa. Demikian juga dengan Al-Qur’an. Agar kita bisa mencintainya, tentu kita harus terbiasa dengannya. Membiasakan diri untuk bersama dengan Al-Qur’an dalam hari-hari kita. Dengan semakin banyak berinteraksi dengan Al-Qur’an, kita berharap semakin kita bisa mencintainya.

2. Berdo’a

Allah yang Maha Kuasa atas segala sesuatu. Dan segala sesuatu terjadi atas izin-Nya. Maka untuk bisa menghafal ayat-ayat suci dari-Nya, kita perlu untuk berdo’a kepada-Nya. Salah satu do’a yang dapat kita amalkan adalah dari Al-Qur’an surat Ali Imran ayat 8, “Rabbana la tuzigh qulubana ba’da idz-hadaitana wa hablana min ladunka rahmah, innaka antal wahhab.

Artinya: “Ya Tuhan kami, janganlah Engkau jadikan hati kami menyimpang kepada kesesatan, setelah Engkau beri petunjuk kepada kami, dan karuniakanlah kepada kami rahmat dari sisi-Mu, karena sesungguhnya Engkau Maha Pemberi (Karunia).“ (QS Ali-Imran: 8)

Ayat sebelumnya menjelaskan tentang Al-Qur’an. Sehingga meyakinkan kita bahwa Al-Qur’an itu adalah dari sisi Allah, Rabb kita. Tidak semua orang mau mengambil pelajaran darinya.

“….. Dan orang-orang yang ilmunya mendalam berkata: "Kami beriman kepadanya (Al Qur'an), semuanya dari sisi Tuhan kami." Tidak ada yang dapat mengambil pelajaran (daripadanya) kecuali orang-orang yang berakal.” (QS. Ali-Imran: 7).

Berikut adalah beberapa tips dalam berdo’a memohon pertolongan Allah untuk kita bisa menghafal Al-Qur’an:

-              Baca istighfar terlebih dahulu, baru kemudian meminta dimampukan oleh Allah

-              Puasa sunnah

-              Bangun tiap malam dan berdo’a

-              Memanfaatkan segala kesempatan untuk berdo’a

-              Niat untuk menghafal Al-Qur’an, kemudian ditampakkan dengan do’a.

Ketika kita menghadapi kondisi kurang istiqomahnya kita akan suatu kegiatan menuju Allah, maka itu bisa menjadi indikasi bahwa kita kurang berdo’a. Ayat ke-8 dalam Al-Qur’an surat Ali Imran tadi dapat menjadi solusi bagi kita yang mengalami kondisi tersebut. Banyak orang yang putus asa atas do’anya, padahal dengan berdo’a saja dia sudah mendapat banyak kebaikan. Bukankah Allah senang jika kita berdo’a dan memohon kepada-Nya? Dalam upaya kita menghafal Al-Qur’an ini, iman menjadi kuncinya.

3. Berkumpul bersama orang-orang yang juga mencintai Al-Qur’an

Tak dipungkiri bahwa kondisi keimanan seseorang ada kalanya naik, ada kalanya turun. Seperti halnya gelombang. Oleh karenanya, kita perlu memilih lingkungan yang baik. Kita perlu berada dalam lingkungan yang berisi orang-orang yang juga mencintai Al-Qur’an. Karena kita tahu bahwa seseorang akan cenderung untuk bersama dengan orang lain yang jiwanya seragam dengannya. Kita dapat mengambil pelajaran tentang keseragaman jiwa dari firman Allah dalam Al-Qur’an surat Al Kahfi ayat 28.

Dan bersabarlah kamu bersama-sama dengan orang-orang yang menyeru Tuhannya di pagi dan senja hari dengan mengharap keridhaan-Nya; dan janganlah kedua matamu berpaling dari mereka (karena) mengharapkan perhiasan dunia ini; dan janganlah kamu mengikuti orang yang hatinya telah Kami lalaikan dari mengingati Kami, serta menuruti hawa nafsunya dan adalah keadaannya itu melewati batas.” (QS Al-Kahfi: 28)

 

Semoga Allah mampukan kita untuk mencintai AL-Qur’an, Allah istiqomahkan kita dalam kebaikan, dan Allah kumpulkan kita bersama dengan orang-orang yang juga mencintai Al-Qur’an.

 

Oleh Lestari Ummu Al fatih

https://www.facebook.com/lestari.azzahra.94

Founder Sahabat Bunda

penulis

About Lestari Ummu Al Fatih

<p> Penulis dan SLC di Sygma Daya Insani</p>

Learn More