PENJAGA WARISAN ALLAH, SIAPAKAH DIA?


PENJAGA WARISAN ALLAH, SIAPAKAH DIA?

Manusia memiliki sifat suka menjaga sesuatu yang berharga yang ia miliki. Terlebih, sesuatu itu ia peroleh karena ia adalah orang yang terpilih. Siapa yang memilihnya, juga menjadi prestise tersendiri. Al-Qur'an adalah warisan berharga. Allah memilih diantara bamba-hambaNya, siapa yang paling pantas mewarisinya.

Kemudian Kitab itu Kami wariskan kepada orang-orang yang Kami pilih di antara hamba-hamba Kami, lalu di antara mereka ada yang menganiaya diri mereka sendiri dan di antara mereka ada yang pertengahan dan di antara mereka ada (pula) yang lebih dahulu berbuat kebaikan dengan izin Allah. Yang demikian itu adalah karunia yang amat besar. (QS. Fathir :32)

Dari orang-orang terpilih itu, mereka terbagi ke dalam tiga golongan:

1. Mendzolimi diri sendiri

2. Pertengahan

3. Bersegera melakukan kebaikan

Golongan pertama adalah orang-orang yang berbuat dzolim pada diri sendiri. Al-Qur'an telah diwariskan kepada mereka, tapi mereka tidak mau mengamalkannya. Jika bisa kita analogikan, seseorang telah diberi petunjuk dan diajak untuk masuk surga. Malah dia masuk ke neraka. Siapa yang dzalim, Allah atau dia sendiri?

Golongan kedua adalah orang-orang yang diwariskan Al-Qur'an padanya dan mereka mengamalkannya di sebagian besar waktunya. Ada kalanya ia melakukan maksiat, namun ia kembali dan lebih banyak mengamalkan Al-Qur'an.

Golongan ketiga adalah golongan tertinggi. Mereka bersegera melakukan kebaikan. Mereka mempelajari Al-Qur'an, mengamalkannya, dan mengajarkannya.

Bagaimana dengan kita? Termasuk golongan yang manakah kita ini? Kita berusaha (setidaknya) untuk menjadi golongan pertengahan. Dan kita terus berusaha optimal untuk bisa mencapai derajat yang tertinggi, yaitu golongan ketiga.

Iman manusia ada kalanya naik, kadang juga turun. Bak gelombang. Yang dapat kita lakukan adalah berdo'a, berikhtiar semampu kita, dan bertawakal kepada Allah. Karena kita bisa melakukan sesuatu juga atas izin dan pertolongan Allah. Termasuk untuk istiqomah bersama dengan Al-Qur'an dalam kehidupan kita.

"(yaitu) mereka yang mendengarkan perkataan lalu mengikuti apa yang paling baik di antaranya. Mereka itulah orang-orang yang telah diberi petunjuk oleh Allah dan mereka itulah orang-orang yang mempunyai akal sehat." (QS. Az Zumar:18)

 

Lestari Ummu Al-Fatih

Sumber: Materi Stadium General RTA Utsmani Mertosanan, Oleh Ustadz Rois (2018)

 

penulis

About Lestari Ummu Al Fatih

<p> Penulis dan SLC di Sygma Daya Insani</p>

Learn More

Artikel Yang Lain