Mengapa Perlu Motivasi? Ternyata Motivasi itu Penting Bagi Penulis.


Mengapa Perlu Motivasi? Ternyata Motivasi itu Penting Bagi Penulis.

Motivasi itu penting dalam kita melakukan sesuatu. Dia biasanya letaknya di depan. Bahkan seringkali dilewati begitu saja. Baru ketika semangat kita jongkok alias hampir menyerah, dia kembali dipanggil. Begitu juga dengan aktivitas seorang penulis. Ia pasti memiliki sesuatu yang menjadi motivasi kuatnya. Kapan saja semangat menulisnya turun, motivasinya akan membangkitkan semangatnya lagi. Karena menulis itu pasti banyak tantangannya, yang salah satunya adalah mentog ide dan capek, atau malas.

Jika Anda ingin menjadi penulis, apakah sudah memiliki motivasi yang kuat itu? Motivasi untuk memulai menulis. Boleh kog motivasi itu dari dalam diri sendiri, atau motivasi dari orang lain. Sebaiknya motivasi penggerak ini dituliskan ya. ;-)

Baca Juga:

Tips Menjadi Seorang Penulis yang Produktif

Jika Anda sudah memulai menulis, maka setidaknya Anda sudah berhasil untuk bergerak. Masih ingat hukum kelembaman kata Newton itu ya? Dalam berproses terkadang ada banyak hambatan, rintangan, dan tantangan yang membuat kita lesu untuk menulis. Bisa jadi karena faktor penghasilan, mendapat kritik dan saran, mendengar kata-kata menjatuhkan dari orang lain, atau bahkan kendala teknis. Misalnya saja, nggak tahu mau nulis apa lagi, mau menyampaikan amanat apa dalam tulisan, bagaimana caranya menulis ini dan itu, dll.

Kelesuan itu akan bisa diatasi ketika kita memiliki motivasi yang kuat. Jika motivasinya lemah, tentu tak kan bisa mengatasi semangat yang mlempem. Nggak hanya kerupuk yang bisa mlempem ternyata kan? Ini manusiawi kog. Ada kalanya semangat kita memuncak, ada kalanya semangat kita lesu. Dalam fisika, kita bisa analogikan ini dengan fenomena gelombang. Tapi tidak akan kita bahas teori gelombang di sini ya (hehehe).

Baca Juga:

MEMBANGUN BANK IDE UNTUK LANGKAH AWAL MENULIS BUKU

Beberapa contoh motivasi untuk menulis adalah sebagai berikut:

1. Untuk menuangkan uneg-uneg

2. Menyebarluaskan gagasan

3. Berbagi ilmu

4. Berpenghasilan dari menulis

5. Ingin bisa membantu suami memenuhi kebutuhan keluarga

6. Ingin menabung pahala kebaikan akhirat dari ilmu yang bermanfaat yang ditulis

Masih banyak lagi motivasi yang bisa kita tancapkan dalam sanubari kita. Setiap orang bisa memiliki motivasi yang berbeda. Sehingga apa yang saya sebutkan tadi, barangkali tidak termasuk list motivasi Anda. Atau mungkin ada yang sama. ;-)

Bagi yang bekerja di bidang pendidikan, misalnya guru atau dosen, dan tenaga kependidikan, bisa jadi ada motivasi elsternal yang kuat.

7. Untuk meraih angka kredit yang besar

8. Untuk mempermudah proses kenaikan pangkat

9. Untuk memperoleh hibah penulisan buku

Nah, ternyata banyak juga ya yang bisa kita jadikan motivasi? Sekali lagi, 9 motivasi yang saya tulis, bukan berarti motivasi itu harus seperti itu. Kembali pada diri Anda masing-masing. Silakan temukan dan tulis semua yang bisa menjadi motivasi Anda. Kemudian, pilihlah mana motivasi yang paling kuat untuk Anda. Nah, sudahkah Anda tentukan motivasi Anda?

Baca Juga:

START DULU BARU BISA SAMPAI FINISH (Menulis juga butuh proses)

Kalau dibilang nggak penting, sehingga bisa dilewati begitu saja, nyatanya motivasi ini sangat kita perlukan ketika butuh energi untuk bangkit lagi. Bisa dikatakan, motivasi itu adalah obat lesu menulis. ;-)

Setiap motivasi kita, hendaknya kita arahkan untuk kembali pada mengharap keridhaan Allah. Agar semangat dan hasilnya nanti juga berkah untuk kita. Oh iya, kenapa perlu kita tulis daftar motivasi kita? Karena suatu ketika, kita akan memerlukannya. Atau, kalaupun sampai kita lupa dimana menyimpannya, ketika tetiba menemukannya, itu bisa menjadi momen nostalgia yang membangkitkan semangat kita.

Semoga artikel tentang motivasi bagi penulis dapat bermanfaat dan menumbuhkan semangat dalam menulis,

penulis

About Lestari Ummu Al Fatih

<p> Penulis dan SLC di Sygma Daya Insani</p>

Learn More

Artikel Terkait