APAPUN DILAKUKAN DEMI CINTA


APAPUN DILAKUKAN DEMI CINTA

Ketika kita mencintai sesorang, maka kita akan lakukan segala yang terbaik untuk mendapatkan balasan cintanya. Terlepas dari apakah cintanya akan berbalas atau bertepuk sebelah tangan.

Cinta memberikan energi yang luar biasa bagi si pemiliknya. Tak heran, sering kita dengar "Apapun kulakukan demi cinta".

Bagaimana dengan Al-Qur'an? Apakah kita mencintainya? Sudahkah kita jatuh cinta padanya?

Kutipan dari Al-Quran: Al-Jinn (72:1)

Artinya: Katakanlah (Muhammad), "Telah diwahyukan kepadaku bahwa sekumpulan jin telah mendengarkan (bacaan)," lalu mereka berkata, "Kami telah mendengarkan bacaan yang menakjubkan (Al-Qur'an),

Kutipan dari Al-Quran: Al-Jinn (72:13)

 

Artinya: Dan sesungguhnya ketika kami (jin) mendengar petunjuk (Al-Qur'an), kami beriman kepadanya. Maka barang siapa beriman kepada Tuhan, maka tidak perlu ia takut rugi atau berdosa.

Sekelompok jin yang mendengarkan Al-Qur'an, mereka jatuh cinta padanya. Sehingga mereka beriman kepada Allah

Bagaimana dengan kita? Bagaimana perasaan kita ketika mendengar lantunan ayat-ayat suci Al-Qur'an? Sudahkah kita jatuh cinta padanya?

Jika kita memang sudah mencintai Al-Qur'an, maka mari berusaha istiqomah.

Cinta berawal dari kekaguman. Ada kekaguman ketika sudah mengenal dan berinteraksi.

Demikian juga dengan hubungan kita dengan Al-Qur'an. Agar kita dapat mencintai Al-Qur'an, maka baca dulu Al-Qur'an. Baca lagi dan lagi, kontinyu. Jalin hubungan yang intensif terlebih dahulu. Seminim-minimnya kekaguman manusia terhadap Al-Qur'an adalah ketika dia merasa nikmat membaca Al-Qur'an.

Jangan bilang cinta kalau belum teruji!

Ada saja ujiannya ketika kita berusaha untuk mencintai Al-Qur'an. Seolah sepele ujian itu, misalnya rasa kantuk atau malas ketika ingin atau sedang membaca Al-Qur'an.

Bentuk ikhtiar kita meraih cinta Al-Qur'an adalah dengan tetap membacanya. Meski malas, tetap baca. Meski mengantuk, tetap baca. Barangkali kita bisa menyediakan air putih ketika kita membaca Al-Qur'an, begitu terasa haus, kita bisa meminumnya, untuk kemudian lanjut membaca lagi.

Target harian menjadi langkah konkret dalam upaya ini. Contoh target misalnya membaca Al-Qur'an 1 lembar per hari, atau 1 juz per hari, atu 1 jam per hari.

Ketika ada target, pada umumnya kita akan berstrategi, dan menyiapkan energi yang cukup untuk mencapai target kita. Lain halnya kalau tanpa target. Bisa baca Al-Qur'an alhamdulillah, kalau sibuk banget ya apa boleh buat. Jadi penting untuk kita bedakan antara "Semampunya" dengan "semaunya".

Mari kita mohon pertolongan kepada Allah Yang Maha Kuasa

 

Allohumma innii as-aluka hubbaka, wa hubba man yuhibbuka, wa hubba 'amalin yuqorribu ilaa hubbika.

Artinya:Yaa Alloh, aku memohon agar dapat mencintai-Mu, mencintai orang-orang yang mencintai-Mu, dan mencintai 'amal yang dapat mendekatkan diriku kepada cinta-Mu.(HR. Tirmidzi)

Aamiin.

 

Oleh Lestari Ummu Al Fatih

Yogyakarta, 19 Agustus 2018

owner: shop.calesmart.com

 

penulis

About Lestari Ummu Al Fatih

<p> Penulis dan SLC di Sygma Daya Insani</p>

Learn More